Iklan Billboard 970x250

One Month With You

Iklan 728x90

One Month With You

OMWY - 01

"Heyyo, guys. Ratu Ella yang imutnya sejagat raya datang. Mana nih sambutannya?!"

Hampir seluruh teman sekelasnya segera menutup telinga mereka masing-masing karena tak tahan dengan lengkingan suara Ella yang cukup menggelegar.

Gadis pemilik nama lengkap Micaella Azalea itu memang selalu membuat suasana kelas menjadi ramai. Sudah menjadi tradisi bagi Ella untuk menyapa teman-teman di sekolahnya. Bukan hanya di kelas, bahkan di kantin pun tanpa sungkan ia menyapa para pedagang atau bahkan para seniornya.

Pagi ini semua murid kelas Xl IPA 3 nampak sibuk dengan urusannya masing-masing, salah satunya adalah menyalin PR. Ella yang duduknya di bangku paling belakang merasa bosan. Tak kuasa menahan kantuknya, Ella pun menyandarkan kepalanya pada dingding. Tak lupa ia memasang bantal leher agar tengkuknya tidak pegal. Untung saha ia sudah mengerjakan PR-nya.

Beberapa menit berlalu, samar-samar ia mendengar teman-temannya sedang berbicara sesuatu.

"Gila sih, itu mah cakep banget. Kira-kira dia masuk mana, ya?

"Semoga masuk kelas sini."

Ella kembali membuka kedua matanya lebar-lebar. Dilihat Susan,
Rika dan Elin tengah memandang penuh kagum keluar jendela.

"Susa, Rika, Elin, kalian lagi liat apa sih?" tanya Ella penasaran.

Susan pun melambaikan tangannya mengisyaratkan Ella untuk mendekatinya. "Sini, di depan ada anak baru. Ganteng banget,"
ucapnya.

Gedubrak!

Hampir seisi kelas terkejut dengan gerakan tiba-tiba dari Ella.
Bagaimana tidak? Gadis itu dengan lincahnya melompat dari bangku yang iya duduki dan langsung mendaratkan bokongnya di atas meja. Ia sudah tidak perduli dengan nasib bangkunya yang teronggok di lantai.

Retinanya terus mencari-cari di mana cowok yang Susan bilang ganteng itu. Rasa kantuk benar-benar telah terlupakan , berganti dengan raut penasaran yang terpantri di wajahnya. Ia menggederkan tubuhnya di samping Rika, Namun tak juga menemukan sosok ganteng itu.

"Mana sih, Rik, cogannya? Kok nggak keliatan," protesnya setelah lama mencari.

Rika mendelik, "Astaga, masa nggak keliatan sih? Liat tuh, yang jalan bareng Bu Juwita," tunjuknya.


Bola mata Ella mengikuti arah jari telunjuk Rika. Seketika wajahnya berseri-seri seolah mendapatkan durian runtuh. Ia semakin memajukan tubuhnya kedekat jendela untuk melihat lebih jelas. Tanpa sengaja, tatapan cowok itu bertemu dengannya. Ella memekik kegirangan karena itu.

"Oh My God! jangan-jangan, cowok itu yang diciptain sebagai pangeran buat Ratu Ella?" ucapnya mengundang tatapan jengah teman-teman sekelasnya.

"Berhenti ngehalu, El. Yaampun, ini masih terlalu pagi untuk ngehalu,"
ucap salah satu temannya.

"Aduh, Bunga. Ella tuh nggak bisa hidup tanpa ngehalu," sahutnya.

Kepalanya kembali menoleh ke jendela. Bu Juwita dan cowok itu tengah berhenti sejenak untuk mengobrol dengan Pak Joko.
Imajinasinyya berhayal tentang bagaimana jika cowok itu bersanding dengannya di sebuah istana. Ah, pasti sangat serasi.

"Nih ya, temen-temen. Ella ramal cowok itu bakal masuk kelas ini dan duduk sama Ella. Inget kata-kata Ella," ucap Ella asal.

Teman-temannya sampai menggelengkan kepala dengan tingkah Ella yang kelewat percaya diri. Tunggu saja, mungkin sebentar lagi gadis itu akan menangis. Sebab, ekspektasinya tidak akan terjadi.

Namun, lagi-lagi pekikan nyaring dari Ella membuat seisi kelas hampir saja jantungan. Tiba-tiba saja gadis itu berubah menjadi kalem. Semua yang ada di dalam kelas menoleh ke pintu. Bu Juwita tampak tersenyum simpul bersama seorang cowok tampan di belakangnya.

Dasar Ella, guman mereka dalam hati.

Asalamualaikum, anak-anak," sapa Bu Juwita dengan senyum manisnya. Seperti biasa.

"Wa'alaikumussalam, Bu," seru seisi kelas.

"Hari ini ibu bawa kabar gembira untuk kalian. Mulai hari ini, kelas Xl IPA 3 kedatangan murid baru." Pandangan Bu Juwita beralih pada cowok itu, "Ayo. Nak, perkenalan diri dulu."

Seluruh siswa di kelas hanya mampu menahan napas ketika cowok itu tersenyum begitu manis. Langkahnya yang penuh wibawa tentu saja mengundang decak kagum bagi mereka. Pemandangan itu jauh berbeda dengan para cowok tampak memutar bola dengan malas.

"Selamat pagi, semuanya. Kenalin, nama gue Muhammad Zidan Attala. Kalian bisa panggil gue Zidan. Gue pindahan dari jakarta." ucap murid baru itu dengan suara yang errr... benar-benar cool.

Seisi kelas berseru dengan sangat kompak, "Salam kenal kembali, Zidan."

"Nah, sekarang Zidan duduk di...."

Di bangkunya, Ella begitu semangat merapalkan doa. Di kelas ini, ada dua bangku yang masih kosong. Satu di sebelah, dan satu lagi di seberangnya.

"Ya Allah, semoga Pangeran Zidan duduk sama Ratu Ella, amiin...."

Saking sibuknya merapalkan doa, gadis itu samapai tidak sadar bahwa Bu Juwita memanggilnya sejak tadi. Pada panggilan ketiga, barulah Ella sadar dan segera menoleh ke depan.

"Ella, coba angkat tangannya."

Tangan kanannya langsung terulu ke atas. Entah kenapa, jantungnya berdetak karuan ketika tatapannya kembali bertabrakan dengan Zidan. Ah, bola mata caramel itu berhasil menghipnotisnya.

"Nah, Zidan, silakan duduk di samping Ella," ucap Bu Juwita.

Zidan hanya menganggukan, dilangkahkan kakinya menuju bangku di sebelah Ella. Jujur saja, ia risih dengan siswi-siswi yang menatapnya seolah ingin menerkamnya. Apalagi, gadis yang akan menjadi teman sebangkunya.

Tepat setelah Zidan mendaratka bokongnya, Ella langsung menyabutnya dengan begitu riang.

Hallo, Zidan. Kenalin, nama aku Micaella. Biasa dipanggil Ratu Ella. Salam Kenal, ya?"

Zidan hanya melirik sekilas tanpa berniat membalas uluran tangan Ella.

Apa sih, SKSD banget, batinnya.

Gadis itu mengerucukan bibirnya kesal karena tak mendapat respon baik dari kawan barunya ini. Tanpa izin pada sang empunya, Ella bergerak cepat meraih tangan kanan cowok itu, dan menyalaminya.

"Nah, gini kan enak," Ella terkekeh menertawakan tingkahnya barusan.

Zidan menatap jengah pada Ella. Lihatlah, Baru kenal saja sudah menyebalkan. Bagaimana dengan nanti? Bisa bia ia mati mendadak gara-gara gadisini.

"Zidan jangan melotot gitu sam Ella, nanti jatuh cinta," bisik Ella tepat di telinga sebelah kiri Zidan.

Zidan hampir terjungkal ke belakang saking terkejutnya. Sungguh, ingin rasanya Zidan menenggelamkan Ella ke dalam sumur.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

1 comment

  1. Your Affiliate Money Making Machine is waiting -

    Plus, making profit with it is as easy as 1-2-3!

    Here's how it works...

    STEP 1. Tell the system which affiliate products you intend to promote
    STEP 2. Add push button traffic (it LITERALLY takes 2 minutes)
    STEP 3. See how the system explode your list and upsell your affiliate products for you!

    Are you ready???

    Your MONEY MAKING affiliate solution is RIGHT HERE

    ReplyDelete

Post a Comment

Iklan Tengah Post